Thursday, March 4, 2010

Menyanjung bukan tersanjung

Entah apakah orang-orang dulu mengikuti cerita sinetron legendaris Indonesia ato tidak, tapi sepertinya mereka mudah sekali tersanjung.

Dan sepertinya budaya sanjung menyanjung adalah hal yang normal buat memperlancar segala urusan.
Jadi teringat pesan bapak di kampung. Cobalah selalu memperbesar hati lawan bicara. Dan selalu berendah hatilah.

Dan memang benar pesan bapak. Ketika orang sekitar marah-marah saya mencoba meredam amarah mereka dengan meminta maaf, menyanjung dan mengikuti kemauan mereka. Dan seperti air memadamkan api, secara ajaib amarah mereka berhenti.

Dari buku teknik komunikasi yang saya baca, menyanjung dan menghargai pendapat lawan bicara adalah kunci berkomunikasi dengan orang-orang lokal.

Dalam hati saya tertawa, mudah sekali membelokkan hati dengan sanjungan dan kata-kata.
Terakhir, saya juga ingin lawan bicara saya yang suka marah membaca buku-buku komunikasi.

3 comments:

  1. Tak coba yo San. Awas yen gagal !!

    ReplyDelete
  2. Tak coba yo San. Awas yen gagal !!

    ReplyDelete
  3. lah ndak ada jaminan kalo gagal mas :)

    ReplyDelete