Thursday, March 4, 2010

Mau bersih? Anggap saja taun depan ada olimpiade.

Begitulah mungkin salah satu cara buat menjaga kebersihan.

Tokyo, kota superbersih 16 tahun yang lalu juga kotor. Sampah ada di mana-mana. Sampah juga jadi masalah besar.Hingga diputuskan diselenggarakan olimpiade di Tokyo, orang Jepang merasa malu kalau banyak orang asing berdatangan dan kotanya kotor.

Akhirnya digalakkan kampanye dilarang membuang sampah sembarangan.
Sepertinya kampanye ini juga sudah pernah digalakkan di Indonesia.

Berdasarkan penelitian orang membuang sampah sembarangan disebabkan keadaan yang awalnya memang kotor. Seorang peneliti dengan sengaja meletakkan sampah-sampah di taman yang awalnya bersih. Beberapa menit kemudian, orang-orang yang lewat jadi seenaknya membuang sampah di taman itu. Mereka beranggapan kalo di taman tersebut boleh membuang sampah sembarangan.

Tapi ketika taman itu bersih, tidak ada seorangpun yang membuang sampah sembarangan.
Jadi sekali bersih, orang akan cenderung menjaga tetap bersih. Dan ketika kotor orang akan cenderung membuat kotor.

Dikutip dari acara tipi.

Menyanjung bukan tersanjung

Entah apakah orang-orang dulu mengikuti cerita sinetron legendaris Indonesia ato tidak, tapi sepertinya mereka mudah sekali tersanjung.

Dan sepertinya budaya sanjung menyanjung adalah hal yang normal buat memperlancar segala urusan.
Jadi teringat pesan bapak di kampung. Cobalah selalu memperbesar hati lawan bicara. Dan selalu berendah hatilah.

Dan memang benar pesan bapak. Ketika orang sekitar marah-marah saya mencoba meredam amarah mereka dengan meminta maaf, menyanjung dan mengikuti kemauan mereka. Dan seperti air memadamkan api, secara ajaib amarah mereka berhenti.

Dari buku teknik komunikasi yang saya baca, menyanjung dan menghargai pendapat lawan bicara adalah kunci berkomunikasi dengan orang-orang lokal.

Dalam hati saya tertawa, mudah sekali membelokkan hati dengan sanjungan dan kata-kata.
Terakhir, saya juga ingin lawan bicara saya yang suka marah membaca buku-buku komunikasi.

Ganti suasana

Seharian kabur dari tempat kerja. Tapi bukan berarti bolos kerja. Cuman hari ini nyepi dan pindah tempat saja.

Rasanya suntuk berada di tempat yang sama tiap hari. Akhirnya hari ini memutuskan ganti suasana! Ambil ransel, masukin laptop dan bawa sedikit dokumen-dokumen.

Dan nongkrong deh. Hari ini bekerja cuap-cuap saja. Jadi bisa dikerjakan di mana saja!

Rasanya lebih semangat mengerjakan tugas di tempat dengan suasana baru. Dan satu pekerjaan bisa selesai! Memang sesuatu yang fresh bisa meningkatkan produktifitas.

Trus bagaimana cara kamu ganti suasana saat bekerja?

Wednesday, March 3, 2010

Tanda-tanda kekurangan vitamin

Saat diajak bicara sama teman cuman bengong dan tidak bisa mengikuti pembicaraan. Apalagi bahasa yang digunakan termasuk bahasa tingkat tinggi. Lengkaplah sudah saya sebagai orang yang terbelakang.